Perbedaan Antara Kontraksi Asli dan Palsu

Ibu dan ayah yang sedang menunggu kelahiran buah hati, pasti sedang deg-degan nih. Ini kenali dahulu perbedaan antara kotraksi palsu dan asli sebelum ibu memutuskan untuk ke rumah sakit ya. Karena apabila sudah kerumah sakit tetapi belum waktunya lahir kan jadi sayang tenaga dan materi.

Tidak perlu cemas apabila sudah memasuki usia kandungan 39 minggu, namun belum mengalami kontraksi sama sekali. Sebagian bayi lahir, 3-4 minggu lebih lambat dari HPL (Hari Perkiraan Lahir). Tapi apabila lebih dari 4 minggu dari HPL, ibu segera ke dokter ya untuk diperiksa apakah yang harus segera ditindak pada kandungannya.

Baca Juga : Tips Bagi Ibu Hamil saat Masa Pandemi

Jadi, inilah perbedaan antara kontraksi palsu dan asli :

Kontraksi palsu :

  • Terjadi pada usia kandungan 32-34 minggu
  • Berlangsung 30 detik sampai 2 menit dengan jeda waktu yang tidak teratur
  • Dirasakan kencang pada perut bagian bawah dan selangkangan
  • Bisa mereda dengan relaksasi diri seperti berendam air hangat, berjalan pelan di rumah, atau pijat ibu hamil
  • Biasanya terjadi setelah ibu hamil aktivitas fisik yang berat atau ibu sedang kelelahan

Kontraksi asli :

  • Terjadi mendekati HPL
  • Usia kandungan sudah 40 minggu
  • Berlangsung dengan durasi 30-70 detik tapi jarak waktu kontraksinya teratur dan lama-kelamaan semakin cepat
  • Keluarnya lender bercampur darah, pecah ketuban dan dorongan ingin mengejan
  • Rasa sakit dirasakan dari punggung bawah menjalar ke seluruh perut (seperti kram haid atau rasa mulas yang kuat)

Baca Juga : 7 Tanda Kehamilan Yang Sehat

Walaupun kontraksi palsu dan asli dapat dibedakan dari beberapa hal di atas, terkadang memang sulit ibu hamil untuk mengetahui dengan pasti kontraksi apa yang sedang dirasakan. Namun apabila ibu mengalami kontraksi sebelum usia kehamilan 37 minggu atau kontraksi muncul tiap 5- 6 menit dengan durasi 30 detik, disertai perdarahan dari vagina, serta pecahnya ketuban. Oleh sebab itu, sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter bila,  bisa jadi gejala-gejala tersebut menunjukkan tanda bahaya kehamilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *