Menjadi dokter hewan jadi bisa berbicara dengan hewan? dr. Dolittle

Hari ini salah satu film tentang dokter yang bisa berbicara dengan hewan keluar dibioskop Indonesia, didalam film tersebut muncul sebuah kemampuan pada diri dokter untuk berbicara kepada hewan. Apakah itu bisa terjadi didunia nyata asli bukan di film dan animasi?

Jika kita telusuri lebih lanjut hewan, khususnya hewan peliharaan memang memiliki tingkah laku serta sifat yang lucu dan menggemaskan, namun dibalik tingkah serta sifat lucu mereka pernahkah para pemilik hewan ini berfikir bagaimana bila mereka bisa berbicara dan mengungkapkan perasaanya kepada mereka?

Sebenarnya sama halnya dengan manusia hewan juga memiliki perasaan mereka merasaan apa yang mereka lihat dan dengar. Perasaan itu juga pula yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan pada dan memperngaruhi kesehatan hewan.

Pernahkah anda melihat seseorang menangis tiba-tiba didekati oleh hewan peliharaannya sendiri, misalkan kucing atau anjing, atau anda meneriaki mereka dengan suara yang keras untuk mengusir mereka?

Mereka pasti akan kabur, dan jika kita lihat lagi dari judul artikel ini apakah bisa untuk berbicara kepada mereka, jawabannya bukan bisa berbicara tetapi berbagi perasaan dan mereka merasakannya. salah satunya dengan teknik mind powering, merupakan salah satu teknik yang sering dilakukan oleh para dokter hewan untuk bisa merasakan perasaan mereka, dengan teknik ini kita dapat mengetahui bagaimana cara kita untuk memberikan perlakuan terbaik yang akan berpengaruh pada kesehatan hewan serta kejiwaan mereka.

Baca juga : Gatal-gatal setelah menyentuh hewan, obat untuk mengatasinya

Ada beberapa penelitian dari luar negeri salah satunya penelitian yang terjadi pada tahun 2012, disebuah tempat studi psikolog anak dari Central European University di Hungaria menemukan fakta bahwa kemampuan berkomunikasi pada anak bayi sama dengan kemampuan seekor anjing. Penelitian ini ditunjang dengan sejumlah teknologi, para peneliti menemukan fakta bahwa seekor anjing memiliki kemampuan berkomunikasi yang sama dengan anak berusia 6 bulan.

Ada penelitian satu lagi bahwasannya sejumlah ahli sudah sepakat bahwasannya kucingĀ  bisa mengenali nama mereka sendiri. Dilansir Mirror, dalam sebuah penelitian di Sophia University, tepatnya di Jepang, kucing menunjukkan respons yang baik dengan menggerakkan kepala atau telinga ketika nama dipanggil. Dalam bahasan lain nengok.

“Kucing bisa memahami isyarat manusia,” kata si penulis, Dr. Atsuko Saito.
Namun, dari hasil penelitian ini mendapat kritik dari sejumlah ahli lainnya ditempat lain. Mengutip Guardian, Dr. John Bradshaw, seorang yang ahli tentang perilaku anjing dan kucing tepatnya di Universitas Bristol, menganggap bahwasannya kucing hanya mampu mempelajari suara yang dia dengar karena sudah terbiasa.
Misalnya, pemilik dengan sengaja membunyikan piring makanan atau kaleng yang sudah biasa mereka dengar. Kesimpulannya bisa diambil mereka para hewan khususnya hewan peliharaan bisa merasakan perasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *